Untuk menjaga agar terjadi iklim usaha yang kondusif dan menghindari perang tarif, perlukah sepakat untuk keseragaman harga warnet? Kita bisa mengeluarkan kebijakan seperti ini, kebijakan keseragaman tarif, kebijakan tarif minimal atau kebijakan tarif per class warnet. Ataukah akan menyerahkan ke mekanisme pasar. Siapapun boleh memasang tarif 1.000 perjam atau 10.000 perjam.
Faktanya kondisi warnet di lapangan berbeda-beda. Investasi, infrastruktur, service, bandwidth berbeda-beda. Harga lebih tinggi tidak masalah kalau memang service lebih bagus. Seperti juga bisnis lainnya, penjual & pembeli akan bertemu pada suatu harga yang ideal. Seperti sebuah keseimbangan. Kalau kemahalan ya tidak akan laku, tapi kalau kemurahan penjual akan rugi, akhirnya tutup, ini yang ditakutkan, padahal jasa nya diperlukan masarakat. Yang bagus adalah yang dapat menemukan keseimbangan harga tersebut.
Mengingat Harga tidak bisa disama ratakan. Karena harga sebanding dengan fasilitas jasa yang diberikan, misalnya warnet pakei AC dengan yang tidak. Trus dikembalikan lagi kepada si pengusahanya, kalau insvestasinya besar, koneksinya pake koneksi kuda, infrastruksturnya mewah, tetapi dia ingin beramal memberikan internet murah Rp 1000 perjam, ndak apa apa kan… idep-idep jadi warnet sosial gitu loh
Dalam menentukan tarif warnet biasanya sudah mempertimbangkan segala aspek diatas. Sehingga mereka bisa menetapkan harga yang menurut mereka pantas buat mereka sendiri.
Apakah sebaiknya harga diserahkan saja ke pemilik warnet itu sendiri, toh konsumen sekarang semakin pintar? Jadi biarkan saja pemilik warnet untuk kreativ dalam menjalankan bisnis mereka. Mereka punya dapur sendiri yang harus mereka urus. Tapi kalo untuk kebijakan yang lain manfaat lebih banyak daripada madhorotnya, sebaiknya kita rembuk bersama.



